Mohammad Abdullah pada Berita Daerah
22 Des 2025 00:59 - 2 menit reading

Tommy Wahyu Prakoso ditetapkan sebagai nakhoda baru DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo 2025-2030.

Probolinggo,-Cyberbolinggo.com,-
Tommy Wahyu Prakoso tampil menjadi nakhoda baru PDIP Kota Probolinggo, menggantikan Nasution yang telah memimpin selama dua periode.
Struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo periode 2025-2030 mengalami penyegaran.

Sejumlah posisi strategis lain di internal DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo juga diganti, Jabatan sekretaris beralih dari Rudi Ghafur ke Sukardi Mitho, bendahara dijabat oleh Sahri Trigiantoro.

Pergantian kepengurusan hasil dari rangkaian panjang penjaringan dan evaluasi internal partai, Proses dimulai dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dengan usulan 9 nama calon pimpinan secara berjenjang. Dari hasil penjaringan tersebut muncul 9 nama, yaitu ketua DPC Nasution, Titin Andriani, Imam Hanafi (anggota fraksi), Sahri (anggota fraksi), Tommy, Andre, Sukardi Mitho, Rukin, dan Sugiono (ketua PAC Kedopok).

Seluruh kandidat kemudian diproses di tingkat pusat melalui tahapan psikotes, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), hingga akhirnya diputuskan dalam rapat pleno DPP.

DPP PDI Perjuangan menegaskan, seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan figur terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan, kesiapan organisatoris, serta kemampuan mengonsolidasikan kekuatan partai. DPP juga membuka ruang perbaikan apabila di kemudian hari diperlukan penyesuaian sesuai ketentuan internal partai.

Setelah usai ditetapkan sebagai ketua, Tommy Wahyu Prakoso menyampaikan komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, fokus utama kepemimpinannya adalah konsolidasi internal dan kebangkitan elektoral PDI Perjuangan Kota Probolinggo.
“PDI Perjuangan saat ini berada di posisi ketiga kekuatan politik, belum memiliki kepala daerah dan belum memegang ketua DPRD, Ini bukan untuk diratapi, tetapi menjadi pemicu evaluasi dan semangat juang seluruh kader,” tegas Tommy, Minggu (21/12/2025).

Tommy berkomitmen, ke depan ia merangkul seluruh elemen, mulai dari struktur partai, kader akar rumput, hingga generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai yang terbuka, responsif, dan hadir nyata di tengah masyarakat.

“Kami ingin membangun partai yang solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta dekat dengan rakyat. Amanah ini adalah jalan pengabdian, bukan sekadar jabatan,” tegasnya. 

Disinggung mengenai target perolehan kursi, pria yang juga menjabat ketua cabor paramotor ini tidak menyebut berapa target kursi legislatif di kepemimpinannya, Tapi ia akan berusaha lebih baik dan harus meningkat dari sebelumnya. (Mamad)